Posts Tagged ‘internet’

Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia

Posted by admin on October 22nd, 2008 under netpreneurship, web knowledge
Tags: , , , , , , , , , ,  •  8 Comments

Jangan kaget ya, karena kali ini ini univind.blog akan buka-bukaan. Univind.blog akan membuka sebuah rahasia besar tentang jagad perbisnisan web hosting dan domain di Indonesia. Duduklah dengan tenang, tatap monitor baik-baik, baca setiap paragrafnya, berpeganganlah pada sesuatu supaya Anda tidak jatuh terjengkang (Lebay banged ya :p ).

Okeh… langsung saja pada rahasia besarnya. Rahasia tersebut adalah……………………… (jeng jeng jeng). Kenyataan bahwa ternyata bisnis web hosting yang banyak bertebaran di bumi maya itu tidak seprofesional yang kita bayangkan selama ini. Bagaimana sih gambaran yang muncul di otak-otak Anda semua ketika mampir di sebuah website yang menjual jasa web hosting. Mungkin dalam kepala Anda akan berpikir bahwa, web hoster itu punya kantor, didalam kantor tersebut tersimpan rak-rak server berderet-deret, pegawainya banyak, kantornya ber-AC yang super dingin untuk ngademin server yang bunyi kipasnya aja udah nguing-nguing. Percayalah… perusahaan web hosting yang seperti itu di Indonesia hampir tidak ada!!

Kenyataannya, banyak usaha web hostingan seperti itu yang ternyata hanya dijalankan oleh kurang lebih 1-7 orang. Bahkan ada usaha web hosting yang hanya dijalankan oleh satu orang mahasiswa saja! Dia hanya memanfaatkan fasilitas kampus untuk menjalankan bisnisnya, untuk customer service berupa chat messenger dia pake ebuddy di hape-nya, websitenya dia minta buatin sama orang lain. Dia layani customer-customernya sambil friendsteran, sambil kuliah, sambil buang hajat dan sambil-sambil yang lainnya ;)

Lalu memang kenapa kalau bisnis web hosting dijalankan oleh orang-orang seperti mereka? Sebenarnya tidak ada masalah. Justru itu menunjukkan tingkat kemampuan bisnis yang tinggi dari orang-orang seperti itu. Maklum saja, untuk bisa mengerti celah-celah memasuki dunia bisnis ini, ilmunya agak ribed. Kita harus mengerti bagaimana mengelola server, bagaimana bisa mendapatkan server yang murah, bagaimana sistem pembayaran online dsb. Mereka-mereka yang menjalankan bisnis web hosting seperti yang saya gambarkan diatas pastilah orang-orang yang gigih untuk belajar dan berani untuk berbisnis. Salut saya untuk mereka…

lalu apa masalahnya? masalahnya adalah bisnis web hosting yang dijalankan oleh orang-orang seperti mereka pasti berjalan secara kurang profesional. Ya mau bagaimana lagi… toh mereka menjalankan bisnis tersebut secara sambilan. Mereka sulit punya kendali penuh pada server mereka. Dalam hal customer service mungkin mereka tidak akan setanggap web hosting lain yang berjalan secara serius. Itu saja kekurangannya… kualitas yang agak di bawah perusahaan web hosting serius. Biasanya kondisi tersebut diimbangi dengan harga yang lebih murah dibanding perusahaan web hosting yang serius.

Dan rahasia besar lainnya adalah, hampir semua usaha web hosting di Indonesia dijalankan oleh orang-orang seperti mereka. Sedikit sekali perusahaan yang benar-benar berjalan secara serius dalam mengelola model usaha ini. Coba saja ketikkan kata “web hosting” di google, maka hampir semua yang tampil disana bukanlah pemain profesional. Berdasarakan penerawangan saya, mungkin hanya 3 dari 10 link yang diberikan google yang benar-benar merupakan sebuah usaha web hosting profesional.

Pada tulisan berikutnya saya akan coba memberikan tips bagaimana membedakan web hosting profesional dengan yang bukan. Agak sulit melihatnya, saya harus riset dulu nih ;) tunggu saja tanggal mainnya.

Web2.0 itu bukan teknologi baru

Posted by kamal on September 19th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,  •  No Comments

Banyak orang yang mengatakan bahwa web 2.0 itu adalah teknologi versi baru dari web. Banyak yang menyangka bahwa web2.0 merupakan wujud web yang lebih canggih dengan berbagai macam kemampuan-kemampuan yang belum ada pada web versi sebelumnya, web 1.0 tentunya. Tahukah Anda bahwa ternyata, semua itu Salah! Web 2.0 bukanlah teknologi baru. Web 2.0 sudah ada bahkan sejak awal mula internet muncul.

Kenyataannya web 2.0 hanyalah sebuah terminologi baru dalam dunia web yang digembar-gemborkan. Web 2.0 hanyalah sebuah metode atau cara baru dalam memberdayakan web. Terminologi web 2.0 ini pertama kali dicetuskan oleh o’reilly media pada tahun 2003. Terminologi ini mengacu pada pemanfaatan web yang belakangan semakin meluas. Dulu, web hanya berisi setumpuk informasi-informasi statis yang hanya bisa dibaca oleh pengunjung. Sekarang, web telah berubah menjadi dunia interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari pengunjung website yang bersangkutan. Contoh: pengunjung bisa ikut memasukkan konten, bermain game, memberi komentar dan sebagainya. Intinya, web 2.0 adalah sebuah terminologi yang dibuat untuk memberi istilah pada arus baru penggunaan web yang ada belakangan ini.

Lalu bagaimana dengan pernyataan bahwa web 2.0 adalah sebuah teknologi baru didunia web. Pernyataan itu jelas salah. Teknologi adri web itu sendiri masih belum banyak berubah sejak awal mula munculnya web. HTML, CSS, javascript dan AJAX dsb itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Teknologinya sudah ada sejak lama, namun pemanfaatan teknologi tersebut baru akhir-akhir ini saja bergerak kearah pembentukan aplikasi web yang interaktif. AJAX sendiri baru dipopulerkan oleh Google dengan Google Suggest-nya.

Web 2.0 itu hanya sebuah istilah marketing. Tim berners lee (sang pencipta web) sendiri mengatakan bahwa web 2.0 itu hanyalah sebuah “piece of jargon“. Berikut kutipan perkataannya tim berners lee dalam sebuah wawncara podcast:

“Nobody really knows what it means, if Web 2.0 for you is blogs and wikis, then that is people to people. But that was what the Web was supposed to be all along.”

Intinya, web 2.0 bukanlah sebuah teknologi baru. Web 2.0 hanyalah sebuah terminologi baru.

Mengais Remah-Remah Rupiah di Ladang Maya

Posted by kamal on September 19th, 2008 under netpreneurship
Tags: , , , , , , , , , , ,  •  No Comments

Coba perhatikan baik-baik judul yang saya bubuhkan. Saya tidak membuat judul yang bombastis, penuh dengan dentuman kalimat-kalimat bualan. Saya tidak membuat kalimat “dengan trik internet dari saya, anda bisa mendapatkan 10 juta dalam waktu 5 menit!!!”. Bukankah kalimat tersebut terasa sangat berlebihan. Kalimat tersebut hanya cocok diburu oleh orang-orang yang berjiwa culas. Kalimat tersebut hanya cocok untuk para oportunis awam yang mudah dikelabui.

Saya hanya menggunakan kalimat yang biasa. Saya menggunakan kata “mengais” karena memang melalui ladang maya ini kita hanya bisa mengais perak demi perak yang tercecer. Kita tak akan seketika menemukan gumpalan-gumpalan emas. Kita hanya akan menemukan butir-butir finansial.

Perlu diketahui, ladang maya ini adalah sebuah ladang yang sangat luas. Dimana didalamnya terserak begitu banyak butir-butir perak. Mereka yang mampu menjadi petani maya yang sukses adalah mereka yang mampu mengais sebanyak mungkin butiran perak tersebut. Mereka bukanlah orang yang sekonyong-konyong menemukan tambang emas berlimpah.

Mereka yang sukses diladang internet ini adalah mereka yang dengan tulus menggarap ladangnya untuk kemaslahatan orang lain. Dengan begitu ladangnya bisa tumbuh subur dan menelurkan banyak jejak-jejak perak. Jejak-jejak inilah yang akhirnya dituai oleh petani maya yang tulus tadi…

Saya katakan pada Anda, menjadi netpreneur tidaklah bisa diwujudkan dalam waktu sehari dua hari. Bahkan satu bulatan bulan pun belum cukup. Paling tidak Anda harus bersabar mengelola ladang website Anda dengan baik selama satu tahun. Baru kemudian Anda bisa mulai menuai buahnya.

Buatlah website yang indah dan rapi. Tulis, tulis dan tulislah terus dengan konten-konten bermanfaat. Sampaikanlah berita keberadaan ladang website Anda ke khalayak. Dan nantikanlah hasil yang menjanjikan. Itulah bisnis internet.