Posts Tagged ‘bisnis’

Manfaat microblogging

Posted by kamal on November 11th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  •  13 Comments

Pada postingan sebelumnya univindblog membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: “Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?”. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi kebnyakan melihat plurk sebagai seustua yang produktif. Walaupun disitu saya tidak mendapatkan jawaban pasti dimana letak produktifnya plurk itu? Akhirnya…. saya mencoba bertapa ke gunung semeru untuk bertemu dengan mbah joko kelongo (halah…). Intinya, saya mencoba menganalisis dan mencari-cari informasi yang menunjukkan penggunaan microblogging untuk hal-hal yang produktif. Dan inilah dia hasil meditasi saya:

1. Berbagi. Kalau yang satu ini sih memang fungsi dasar dari microblogging, yaitu untuk berbagi. Berbagi apapun yang kita ingin bagikan. Kita bisa berbagi link ke situs-situs menurut kita keren dan kita ingin orang lain juga melihatnya. Kita juga bisa berbagi pengalaman pribadi kita (apa yang kita suka, apa yang kita benci, sedang apa kita saat ini dsb). Kita juga bisa berbagi info dan gosip terbaru tentang temen-temen kita. Untuk urusan yang satu ini, baik atau tidaknya microblogging tergantung baik atau tidaknya konten yang di-share.

2. Mencari mentor bisnis. Ya! Kita bisa mencari mentor bisnis melalui layanan microblogging. Saya dapat inspirasinya dari sini: geekpreneur.com - new ways to find business mentor. Buat Anda yang sedang memulai suatu bisnis, tentu akan sangat baik kalau Anda bisa mencari dan mendapatkan satu atau beberapa orang mentor bisnis yang sudah lebih dulu sukses pada bidang yang Anda geluti. Dengan microblogging, kedekatan bisa muncul dengan lebih cepat. Walaupun tetap saja akan memakan sedikit waktu. Coba cari pengusaha sukses di bidang Anda yang punya account pada salah satu layanan microblogging. Ikuti terus micro blognya. Komentari setiap postingannya. Lama-kelamaan kedekatan itu akan terbentuk. Kalau sudah seperti ini peluang untuk bisa menjadi lebih dekat dan bisa bertemu secara tatap muka dan menjadi mentor yang sesungguhnya akan lebih besar. Namun, untuk saat ini, bidang yang masih memungkinkan untuk bisa mendapatkan mentor bisnis melalui cara ini hanyalah bidang IT terutama web. Anda tidak akan menemukan om Bob Sadino di layanan microblogging kan :D ?

3. Menggalang komunitas. Sama seperti blog, dengan microblogging kita juga bisa menggalang suara komunitas. Jika kita punya pendapat pada suatu isu tertentu dan kita bisa menggerakkan komunitas yang sudah terbentuk pada layanan microbloggin untuk mendukung pendapat kita. Ini dia satu contoh konkrit yang saya kutip dari blog media-ide:

Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar privacy anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.

Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap posting di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.

Plurk

Melalui tindakan communal dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.

Baca lebih lengkapnya di: Media-ide.bajingloncat.com - Menggalang suara komunitas melalui microblogging

4. Pengenalan produk. Layanan microblogging jika digunakan secara hati-hati juga bisa digunakan untuk melakukan pengenalan produk secara lebih efektif. Sebenarnya yang lebih dipentingkan dalam pengenalan produk melalui microbloggin adalah respons dari komunitas. Dengan respons itu kita bisa terus memperbaiki produk yang kita jual. Ini jelas berbeda dengan model promosi jaman baheula dimana para customer dipaksa terima saja produk ini apa adanya. Kalau produsen ingin mengetahui pendapat customer itu akan membutuhkan waktu dan biaya. Dengan layanan microblogging, semua halangan itu bisa ditembus dengan mudah. Contoh konkrit dari penggunaan microblobbig untuk pengenalan produk ada pada aviary. Aviary adalah sebuah layanan image editing secara online (semacam photoshop online) yang dibuat oleh worth1000. Untuk mengenalkan produk barunya itu mereka membuat halaman microblogging pada websitenya yang merupakan hasil fetch dari account mereka di twitter@aviary. Pengenalan produk melalui microbloggin juga akan terasa lebih soft dan tidak merongrong customer dengan produk-produk mereka. Ini ada satu contoh bagus lagi. Yaitu kodak, yang memiliki Chief Blogger sendiri @kodakCB. Disana dia menulis bagaimana produknya itu dipakai dengan baik daripada merongrong customer dengan mengaku-aku bahwa produknya itu paling hebat. Ini dia contoh postingannya:

“Spent the weekend at the Toronto International Film Festival. Saw some great movies shot on Kodak film!”

5. Membuka jalur komunikasi antara para petinggi perusahaan dengan para pegawainya. Bahasa inggris gaulnya: Humanizing the Head Honcho. Para petinggi perusahaan itu biasanya bukanlah blogger yang baik. Kenapa? karena mereka sudah terlalu sibuk dengan segudang urusan mereka. Akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk ngeblog dengan tulisan yang panjang-panjang. Padahal banyak tulisan-tulisan dilura sana yang menunjukkan betapa efektifnya fungsi blog sebagai pengganti email untuk membentuk hubungan antara petinggi perusahaan dengan para karyawannya. Microblogging bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan microbloggin, seorang CEO tak perlu repot menulis panjang-panjang. Contoh konkrit dari poin ini ada pada perusahaan virtual.co.id yang dikepalai oleh mister nukman luthfie. Pak Nukman sudah sejak lama nge-plurk. Dan setiap postingan plurknya itu selalu ada beberapa karyawan virtual yang merespons plurknya. Biasanya dengan gaya bercanda. Ini jelas membentuk kedekatakan yang sangat kuat. Walaupun katakanlah sang bos besar jarang ada di kantor dan lebih banyak bepergian kesana-kemari.

Itulah 5 manfaat micrblogging hasil meditas dan pertapaan saya. Semoga bermanfaat dan selamat nge-(micro)blog 4 productivity ;)

Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia

Posted by admin on October 22nd, 2008 under netpreneurship, web knowledge
Tags: , , , , , , , , , ,  •  8 Comments

Jangan kaget ya, karena kali ini ini univind.blog akan buka-bukaan. Univind.blog akan membuka sebuah rahasia besar tentang jagad perbisnisan web hosting dan domain di Indonesia. Duduklah dengan tenang, tatap monitor baik-baik, baca setiap paragrafnya, berpeganganlah pada sesuatu supaya Anda tidak jatuh terjengkang (Lebay banged ya :p ).

Okeh… langsung saja pada rahasia besarnya. Rahasia tersebut adalah……………………… (jeng jeng jeng). Kenyataan bahwa ternyata bisnis web hosting yang banyak bertebaran di bumi maya itu tidak seprofesional yang kita bayangkan selama ini. Bagaimana sih gambaran yang muncul di otak-otak Anda semua ketika mampir di sebuah website yang menjual jasa web hosting. Mungkin dalam kepala Anda akan berpikir bahwa, web hoster itu punya kantor, didalam kantor tersebut tersimpan rak-rak server berderet-deret, pegawainya banyak, kantornya ber-AC yang super dingin untuk ngademin server yang bunyi kipasnya aja udah nguing-nguing. Percayalah… perusahaan web hosting yang seperti itu di Indonesia hampir tidak ada!!

Kenyataannya, banyak usaha web hostingan seperti itu yang ternyata hanya dijalankan oleh kurang lebih 1-7 orang. Bahkan ada usaha web hosting yang hanya dijalankan oleh satu orang mahasiswa saja! Dia hanya memanfaatkan fasilitas kampus untuk menjalankan bisnisnya, untuk customer service berupa chat messenger dia pake ebuddy di hape-nya, websitenya dia minta buatin sama orang lain. Dia layani customer-customernya sambil friendsteran, sambil kuliah, sambil buang hajat dan sambil-sambil yang lainnya ;)

Lalu memang kenapa kalau bisnis web hosting dijalankan oleh orang-orang seperti mereka? Sebenarnya tidak ada masalah. Justru itu menunjukkan tingkat kemampuan bisnis yang tinggi dari orang-orang seperti itu. Maklum saja, untuk bisa mengerti celah-celah memasuki dunia bisnis ini, ilmunya agak ribed. Kita harus mengerti bagaimana mengelola server, bagaimana bisa mendapatkan server yang murah, bagaimana sistem pembayaran online dsb. Mereka-mereka yang menjalankan bisnis web hosting seperti yang saya gambarkan diatas pastilah orang-orang yang gigih untuk belajar dan berani untuk berbisnis. Salut saya untuk mereka…

lalu apa masalahnya? masalahnya adalah bisnis web hosting yang dijalankan oleh orang-orang seperti mereka pasti berjalan secara kurang profesional. Ya mau bagaimana lagi… toh mereka menjalankan bisnis tersebut secara sambilan. Mereka sulit punya kendali penuh pada server mereka. Dalam hal customer service mungkin mereka tidak akan setanggap web hosting lain yang berjalan secara serius. Itu saja kekurangannya… kualitas yang agak di bawah perusahaan web hosting serius. Biasanya kondisi tersebut diimbangi dengan harga yang lebih murah dibanding perusahaan web hosting yang serius.

Dan rahasia besar lainnya adalah, hampir semua usaha web hosting di Indonesia dijalankan oleh orang-orang seperti mereka. Sedikit sekali perusahaan yang benar-benar berjalan secara serius dalam mengelola model usaha ini. Coba saja ketikkan kata “web hosting” di google, maka hampir semua yang tampil disana bukanlah pemain profesional. Berdasarakan penerawangan saya, mungkin hanya 3 dari 10 link yang diberikan google yang benar-benar merupakan sebuah usaha web hosting profesional.

Pada tulisan berikutnya saya akan coba memberikan tips bagaimana membedakan web hosting profesional dengan yang bukan. Agak sulit melihatnya, saya harus riset dulu nih ;) tunggu saja tanggal mainnya.

Mengais Remah-Remah Rupiah di Ladang Maya

Posted by kamal on September 19th, 2008 under netpreneurship
Tags: , , , , , , , , , , ,  •  No Comments

Coba perhatikan baik-baik judul yang saya bubuhkan. Saya tidak membuat judul yang bombastis, penuh dengan dentuman kalimat-kalimat bualan. Saya tidak membuat kalimat “dengan trik internet dari saya, anda bisa mendapatkan 10 juta dalam waktu 5 menit!!!”. Bukankah kalimat tersebut terasa sangat berlebihan. Kalimat tersebut hanya cocok diburu oleh orang-orang yang berjiwa culas. Kalimat tersebut hanya cocok untuk para oportunis awam yang mudah dikelabui.

Saya hanya menggunakan kalimat yang biasa. Saya menggunakan kata “mengais” karena memang melalui ladang maya ini kita hanya bisa mengais perak demi perak yang tercecer. Kita tak akan seketika menemukan gumpalan-gumpalan emas. Kita hanya akan menemukan butir-butir finansial.

Perlu diketahui, ladang maya ini adalah sebuah ladang yang sangat luas. Dimana didalamnya terserak begitu banyak butir-butir perak. Mereka yang mampu menjadi petani maya yang sukses adalah mereka yang mampu mengais sebanyak mungkin butiran perak tersebut. Mereka bukanlah orang yang sekonyong-konyong menemukan tambang emas berlimpah.

Mereka yang sukses diladang internet ini adalah mereka yang dengan tulus menggarap ladangnya untuk kemaslahatan orang lain. Dengan begitu ladangnya bisa tumbuh subur dan menelurkan banyak jejak-jejak perak. Jejak-jejak inilah yang akhirnya dituai oleh petani maya yang tulus tadi…

Saya katakan pada Anda, menjadi netpreneur tidaklah bisa diwujudkan dalam waktu sehari dua hari. Bahkan satu bulatan bulan pun belum cukup. Paling tidak Anda harus bersabar mengelola ladang website Anda dengan baik selama satu tahun. Baru kemudian Anda bisa mulai menuai buahnya.

Buatlah website yang indah dan rapi. Tulis, tulis dan tulislah terus dengan konten-konten bermanfaat. Sampaikanlah berita keberadaan ladang website Anda ke khalayak. Dan nantikanlah hasil yang menjanjikan. Itulah bisnis internet.