Archive for the ‘web knowledge’ Category

Manfaat microblogging

Posted by kamal on November 11th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  •  13 Comments

Pada postingan sebelumnya univindblog membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: “Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?”. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi kebnyakan melihat plurk sebagai seustua yang produktif. Walaupun disitu saya tidak mendapatkan jawaban pasti dimana letak produktifnya plurk itu? Akhirnya…. saya mencoba bertapa ke gunung semeru untuk bertemu dengan mbah joko kelongo (halah…). Intinya, saya mencoba menganalisis dan mencari-cari informasi yang menunjukkan penggunaan microblogging untuk hal-hal yang produktif. Dan inilah dia hasil meditasi saya:

1. Berbagi. Kalau yang satu ini sih memang fungsi dasar dari microblogging, yaitu untuk berbagi. Berbagi apapun yang kita ingin bagikan. Kita bisa berbagi link ke situs-situs menurut kita keren dan kita ingin orang lain juga melihatnya. Kita juga bisa berbagi pengalaman pribadi kita (apa yang kita suka, apa yang kita benci, sedang apa kita saat ini dsb). Kita juga bisa berbagi info dan gosip terbaru tentang temen-temen kita. Untuk urusan yang satu ini, baik atau tidaknya microblogging tergantung baik atau tidaknya konten yang di-share.

2. Mencari mentor bisnis. Ya! Kita bisa mencari mentor bisnis melalui layanan microblogging. Saya dapat inspirasinya dari sini: geekpreneur.com - new ways to find business mentor. Buat Anda yang sedang memulai suatu bisnis, tentu akan sangat baik kalau Anda bisa mencari dan mendapatkan satu atau beberapa orang mentor bisnis yang sudah lebih dulu sukses pada bidang yang Anda geluti. Dengan microblogging, kedekatan bisa muncul dengan lebih cepat. Walaupun tetap saja akan memakan sedikit waktu. Coba cari pengusaha sukses di bidang Anda yang punya account pada salah satu layanan microblogging. Ikuti terus micro blognya. Komentari setiap postingannya. Lama-kelamaan kedekatan itu akan terbentuk. Kalau sudah seperti ini peluang untuk bisa menjadi lebih dekat dan bisa bertemu secara tatap muka dan menjadi mentor yang sesungguhnya akan lebih besar. Namun, untuk saat ini, bidang yang masih memungkinkan untuk bisa mendapatkan mentor bisnis melalui cara ini hanyalah bidang IT terutama web. Anda tidak akan menemukan om Bob Sadino di layanan microblogging kan :D ?

3. Menggalang komunitas. Sama seperti blog, dengan microblogging kita juga bisa menggalang suara komunitas. Jika kita punya pendapat pada suatu isu tertentu dan kita bisa menggerakkan komunitas yang sudah terbentuk pada layanan microbloggin untuk mendukung pendapat kita. Ini dia satu contoh konkrit yang saya kutip dari blog media-ide:

Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar privacy anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.

Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap posting di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.

Plurk

Melalui tindakan communal dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.

Baca lebih lengkapnya di: Media-ide.bajingloncat.com - Menggalang suara komunitas melalui microblogging

4. Pengenalan produk. Layanan microblogging jika digunakan secara hati-hati juga bisa digunakan untuk melakukan pengenalan produk secara lebih efektif. Sebenarnya yang lebih dipentingkan dalam pengenalan produk melalui microbloggin adalah respons dari komunitas. Dengan respons itu kita bisa terus memperbaiki produk yang kita jual. Ini jelas berbeda dengan model promosi jaman baheula dimana para customer dipaksa terima saja produk ini apa adanya. Kalau produsen ingin mengetahui pendapat customer itu akan membutuhkan waktu dan biaya. Dengan layanan microblogging, semua halangan itu bisa ditembus dengan mudah. Contoh konkrit dari penggunaan microblobbig untuk pengenalan produk ada pada aviary. Aviary adalah sebuah layanan image editing secara online (semacam photoshop online) yang dibuat oleh worth1000. Untuk mengenalkan produk barunya itu mereka membuat halaman microblogging pada websitenya yang merupakan hasil fetch dari account mereka di twitter@aviary. Pengenalan produk melalui microbloggin juga akan terasa lebih soft dan tidak merongrong customer dengan produk-produk mereka. Ini ada satu contoh bagus lagi. Yaitu kodak, yang memiliki Chief Blogger sendiri @kodakCB. Disana dia menulis bagaimana produknya itu dipakai dengan baik daripada merongrong customer dengan mengaku-aku bahwa produknya itu paling hebat. Ini dia contoh postingannya:

“Spent the weekend at the Toronto International Film Festival. Saw some great movies shot on Kodak film!”

5. Membuka jalur komunikasi antara para petinggi perusahaan dengan para pegawainya. Bahasa inggris gaulnya: Humanizing the Head Honcho. Para petinggi perusahaan itu biasanya bukanlah blogger yang baik. Kenapa? karena mereka sudah terlalu sibuk dengan segudang urusan mereka. Akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk ngeblog dengan tulisan yang panjang-panjang. Padahal banyak tulisan-tulisan dilura sana yang menunjukkan betapa efektifnya fungsi blog sebagai pengganti email untuk membentuk hubungan antara petinggi perusahaan dengan para karyawannya. Microblogging bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan microbloggin, seorang CEO tak perlu repot menulis panjang-panjang. Contoh konkrit dari poin ini ada pada perusahaan virtual.co.id yang dikepalai oleh mister nukman luthfie. Pak Nukman sudah sejak lama nge-plurk. Dan setiap postingan plurknya itu selalu ada beberapa karyawan virtual yang merespons plurknya. Biasanya dengan gaya bercanda. Ini jelas membentuk kedekatakan yang sangat kuat. Walaupun katakanlah sang bos besar jarang ada di kantor dan lebih banyak bepergian kesana-kemari.

Itulah 5 manfaat micrblogging hasil meditas dan pertapaan saya. Semoga bermanfaat dan selamat nge-(micro)blog 4 productivity ;)

Apa itu Microblogging

Posted by kamal on November 6th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , ,  •  7 Comments

Sebelum membahas apa itu micro blogging, Anda perlu tahu dulu apa itu blogging? Kalau sudah tahu, yowis silahkan lanjutkan bacaannya. Kalau belum tahu… silahkan baca artikel-artikel berikut terlebih dahulu:

OK, asumsi saya Anda sudah mengerti apa itu blogging. Nah… sekarang saatnya menjelaskan apa itu micro blogging. Micro blogging adalah blogging tapi dalam skala micro (yaah… klo cuman gitu doank sih semua juga ngerti :p). Tapi memang hanya sperti itulah pengertiannya.

Jika pada blogging kita bisa menulis apapun sesuka hati kita sepanjang apapun, maka pada micro blogging jumlah karakter dalam satu postingan kita akan dibatasi. Biasanya hanya sekitar 150 karakter.

Lahhh… apa untungnya blogging kayak gini? mau nulis aja koq dibatasi segala… Micro blogging memang ada bukan untuk ditulis dengan berbagai macam tulisan yang panjang-panjang dari kita. Micro blogging hanya dipakai untuk men-share berbagai macam aspek kehidupan kita. Misal: apa yang sedang kita lakukan, taushiyah2 singkat, atau misalnya kita menemukan sebuah konten menarik di internet dan kita ingin mensharenya ke teman yang lain. Untuk hal-hal seperti itu, blogging memang terlalu rumit dan tidak perlu. Untuk itulah lahir micro blogging.

Micro blogging ini pertama kali dipopulerkan oleh twitter. Twitter menyediakan layanan sederhana hanya untuk menuliskan apa yang sedang kita lakukan saat ini. Hanya itu… namun dengan fitur mini-nya itu twitter teryata mampu mendatangkan member yang maxi. Tak disangka ternyata banyak orang yang tertarik menggunakan layanan sederhana ini. Di Indonesia sendiri, layanan twitter tidak begitu populer. Namun, secara global, twitter sudah kadung menjadi raja dari micro blogging platform. Maklum, namanya juga pelopor.

Mengikuti kesuksesan twitter akhirnya banyak bermunculan layanan-layanan lain yang sejenis. Salah satu yang cukup populer adalah plurk. Plurk memberikan layanan micro blogging dalam format timeline yang unik. Dibandingkan twitter, layanan plurk ini di Indonesia tampaknya lebih populer.

Di Indonesia muncul kronologger.com yang dibuat oleh mister kukuhTW. Di Indonesia, bisa dibilang kronologger ini lebih populer dibandingkan twitter karena disini kronologger mendapat dukungan dari beberapa komunitas dunia maya. Salah satunya adalah Asia Blogging Network.

Pada tulisan selanjutnya, univind.blog akan coba mengulas apa sebenarnya manfaat dari microblogging ini? apakah hanya untuk senang-senang atau ternyata memang ada manfaatnya? Tunggu saja tanggal mainnya…

Google kini bisa membaca dokumen hasil scan

Posted by kamal on October 31st, 2008 under web knowledge, web news
Tags: , , , , , , , ,  •  1,533 Comments

Kemampuan pencarian mesin mencari yang satu ini memang makin lama makin tak tertandingi. Dia bisa mengindex jutaan website dengan sangat cepat. Dia bisa mengindex dokumen PDF. Dan yang terbaru, dia juga bisa mengindex dokumen hasil scan!

Hari kamis lalu google telah mengumumkan bahwa kini mesin pencarinya itu bisa membaca dokumen hasil scan. Itu berarti mesin pencari google kini bisa membaca teks yang terdapat dalam suatu dokumen image. Google kini bisa beraksi dengan sistem OCR (Optical Character recognition).

Dengan begitu jangkauan hasil pencarian kita akan semakin akurat. Pasalany, banyak juga paper-paper ilmiah yang di-upload dalam bentuk PDF yang merupakan hasil scan dari versi cetaknya. Tanpa teknologi OCR ini, kita tidak akan pernah bisa menemukan dokumen tersebut dengan Google.

Ini dia beberapa contoh:

Tips Memilih Web Hosting Profesional

Posted by kamal on October 28th, 2008 under web knowledge, web trick
Tags: , , , , , , , ,  •  11 Comments

Sesuai dengan postingan univind.blog yang ini: blog.univind.com - rahasia besar bisnis web hosting di Indonesia, disitu saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan, maka inilah dia tulisan lanjutannya. Sebuah tips untuk menetukan mana usaha web hosting yang profesional dan mana yang non profesional.

Sebelumnya saya ingin tekankan dulu, bahwa baik yang profesional maupun tidak profesional itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangannya sudah sempat saya ulas di postingan yang sebelumnya. Makanya dibaca ya… :) Jadi, postingan kali ini hanya untuk memberi tips buat Anda yang ingin menggunakan jasa web hosting profesional supaya tidak tertipu dan malah menggunakan web hosting yang biasa-biasa saja.

Sebenarnya agak sulit untuk membedakan mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan. Tips-tips yang ada dibawah ini tidak sepenuhnya akurat. Namun, bisa jadi pedoman untuk menebak mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan.

Ini dia tipsnya…

Click to continue reading “Tips Memilih Web Hosting Profesional”

Sejarah Internet di Indonesia

Posted by ilman on October 24th, 2008 under web knowledge
Tags:  •  1 Comment

Pada dini hari sebelum tidur pada hari Jum’at, 24 Oktober 2008, saya menyempatkan diri untuk menulis di blog pribadi saya, tentang inspirasi yang saya dapatkan pada Seminar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Nasional. Salah satu pembicara pada seminar tersebut adalah Onno W. Purbo, tokoh IT di Indonesia yang terkenal karena perjuangannya di bidang internet dan telekomunikasi Indonesia. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan, begitu pula hal-hal inspiratif.

Nah, pada saat googling untuk menulis (tulisan akhirnya bisa dilihat di sini) karena ingin mendapatkan informasi tentang Mas Onno, saya menemukan informasi tentang Sejarah Internet Indonesia. Silakan dibaca, dan selamat menapak tilasi perkembangan internet di Indonesia, untuk mempersiapkan masa depan internet di negara kita tercinta!

Click to continue reading “Sejarah Internet di Indonesia”

Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia

Posted by admin on October 22nd, 2008 under netpreneurship, web knowledge
Tags: , , , , , , , , , ,  •  8 Comments

Jangan kaget ya, karena kali ini ini univind.blog akan buka-bukaan. Univind.blog akan membuka sebuah rahasia besar tentang jagad perbisnisan web hosting dan domain di Indonesia. Duduklah dengan tenang, tatap monitor baik-baik, baca setiap paragrafnya, berpeganganlah pada sesuatu supaya Anda tidak jatuh terjengkang (Lebay banged ya :p ).

Okeh… langsung saja pada rahasia besarnya. Rahasia tersebut adalah……………………… (jeng jeng jeng). Kenyataan bahwa ternyata bisnis web hosting yang banyak bertebaran di bumi maya itu tidak seprofesional yang kita bayangkan selama ini. Bagaimana sih gambaran yang muncul di otak-otak Anda semua ketika mampir di sebuah website yang menjual jasa web hosting. Mungkin dalam kepala Anda akan berpikir bahwa, web hoster itu punya kantor, didalam kantor tersebut tersimpan rak-rak server berderet-deret, pegawainya banyak, kantornya ber-AC yang super dingin untuk ngademin server yang bunyi kipasnya aja udah nguing-nguing. Percayalah… perusahaan web hosting yang seperti itu di Indonesia hampir tidak ada!!

Kenyataannya, banyak usaha web hostingan seperti itu yang ternyata hanya dijalankan oleh kurang lebih 1-7 orang. Bahkan ada usaha web hosting yang hanya dijalankan oleh satu orang mahasiswa saja! Dia hanya memanfaatkan fasilitas kampus untuk menjalankan bisnisnya, untuk customer service berupa chat messenger dia pake ebuddy di hape-nya, websitenya dia minta buatin sama orang lain. Dia layani customer-customernya sambil friendsteran, sambil kuliah, sambil buang hajat dan sambil-sambil yang lainnya ;)

Lalu memang kenapa kalau bisnis web hosting dijalankan oleh orang-orang seperti mereka? Sebenarnya tidak ada masalah. Justru itu menunjukkan tingkat kemampuan bisnis yang tinggi dari orang-orang seperti itu. Maklum saja, untuk bisa mengerti celah-celah memasuki dunia bisnis ini, ilmunya agak ribed. Kita harus mengerti bagaimana mengelola server, bagaimana bisa mendapatkan server yang murah, bagaimana sistem pembayaran online dsb. Mereka-mereka yang menjalankan bisnis web hosting seperti yang saya gambarkan diatas pastilah orang-orang yang gigih untuk belajar dan berani untuk berbisnis. Salut saya untuk mereka…

lalu apa masalahnya? masalahnya adalah bisnis web hosting yang dijalankan oleh orang-orang seperti mereka pasti berjalan secara kurang profesional. Ya mau bagaimana lagi… toh mereka menjalankan bisnis tersebut secara sambilan. Mereka sulit punya kendali penuh pada server mereka. Dalam hal customer service mungkin mereka tidak akan setanggap web hosting lain yang berjalan secara serius. Itu saja kekurangannya… kualitas yang agak di bawah perusahaan web hosting serius. Biasanya kondisi tersebut diimbangi dengan harga yang lebih murah dibanding perusahaan web hosting yang serius.

Dan rahasia besar lainnya adalah, hampir semua usaha web hosting di Indonesia dijalankan oleh orang-orang seperti mereka. Sedikit sekali perusahaan yang benar-benar berjalan secara serius dalam mengelola model usaha ini. Coba saja ketikkan kata “web hosting” di google, maka hampir semua yang tampil disana bukanlah pemain profesional. Berdasarakan penerawangan saya, mungkin hanya 3 dari 10 link yang diberikan google yang benar-benar merupakan sebuah usaha web hosting profesional.

Pada tulisan berikutnya saya akan coba memberikan tips bagaimana membedakan web hosting profesional dengan yang bukan. Agak sulit melihatnya, saya harus riset dulu nih ;) tunggu saja tanggal mainnya.

Web sebagai cabang ilmu baru

Posted by kamal on October 10th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , ,  •  1 Comment

Selama ini pembelajaran web di kampus-kampus di Indonesia bisa dibilang sangat minim. Biasanya hanya ada satu mata kuliah yang secara tegas menunjukkan bahwa mata kuliah ini mempelejari web. Biasanya mata kuliah tersebu bernama web desain atau pemrograman dan perancangan web atau perancangan web. Namun, sayangnya apa yang dipelajari pada mata kuliah tersebut biasanya sangat sempit. Biasanya, yang dipelajari pada mata kuliah tersebut hanyalah secuil aspek-aspek teknis dari dunia web. Biasanya, Para mahasiswa hanya akan mempelajari HTML Dasar, CSS, Javascript dan satu pemrograman web dinamis (Biasanya PHP). Sebagai tambahan, belakangan mulai dipelajari juga mengenai AJAX, sebuah teknologi yang saat ini memang sedang nge-trend. (Coba hitung berapa kata “biasanya” dalam paragraf ini :p )

Pembelajaran tentang web pada mata kuliah tersebut terhenti pada sedikit hal-hal teknis mendasar tersebut. Padahal, web adalah sebuah teknologi yang sangat luas. Begitu banyak aspek dari web yang bias dipelajari. Mulai dari aspek teknis pemrogaramannya, infrastruktur jaringan internet, desain web sampai dengan aspek-aspek sosial dari web itu sendiri. Semuanya seharusnya dipelajari secara menyeluruh dan integratif. Di kampus-kampus besar di seluruh dunia, belum ada kampus yang telah sadar akan hal ini kecuali MIT. Di MIT kini sudah ada inisiatif riset khusus untuk mempelajari web secara interdisipliner. Inisiatif riset inin bernama WSRI (Web Science Research Initiative). Riset ini dipimpin langsung oleh sang penemu web, Tim Berners Lee. Ini dia alamat webnya: http://www.webscience.org

Jika inisiatif riset tersebut sudah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan teori-teori yang teruji mengenai web, maka pada saat itulah akan ada sebuah program studi baru dalam bidang ilmu komputer yaitu web.

Saya sendiri sebenarnya sudah lama merasa bahwa web seharusnya dipelajari secara integral. Tapi selama ini pikiran itu hanya berdiam saja dalam pikiran saya. Nah… sampai akhirnya pada suatu hari saya menemukan paper ini: Web science: an interdisciplinary approach to understanding the web. Paper itulah yang akhirnya membuat saya semakin percaya diri untuk menunjukan bahwa apa yang saya pikirkan memang benar. Sejak bertemu dengan paper tersebut, akhirnya hidup saya jadi lebih bahagia (apa coba :) ). Intinya, dengan bermodalkan paper tersebut, saya memberanikan diri untuk membentuk sebuah study club di kampus saya, Fasilkom UI. Nanti study club tersebut juga akan diumumkan disini. Tunggu saja tanggal mainnya.

Sumber Belajar tentang Web dan Internet

Posted by ilman on October 8th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , ,  •  3 Comments

untuk bisa menuangkan air, sebuah kendi tentu saja harus diisi air.

Pepatah jawa tersebut (benarkah ini pepatah jawa :D) kami pegang erat-erat. Ya, untuk bisa menuliskan sesuatu di blog ini, atau menjalankan usaha ini, kami harus punya sumber belajar yang terpercaya, yang kita bisa mendapatkan informasi berharga dan terapdet dalam dunia web-internet yang bergerak sangat cepat ini.

Saya sendiri punya beberapa blog langganan yang rutin saya baca informasinya setiap hari. Karena ketidaksempatan saya membuka blog-blog tersebut setiap hari, saya berlangganan tulisan-tulisannya lewat email. Setiap kali ada tulisan baru, tulisan tersebut dikirimkan ke email saya, sehingga saya bisa membacanya hampir setiap hari.

#1 ReadWriteWeb

Ini informasi tentang ReadWriteWeb dari halaman Aboutnya.

ReadWriteWeb is a blog that provides Web Technology news, reviews and analysis. It began publishing on April 20, 2003 and is now one of the most widely read and respected blogs in the world. It has around 240,000 RSS and email subscribers. ReadWriteWeb was founded by Richard MacManus and is written by a team of Web enthusiasts. To contact ReadWriteWeb about new Web technologies, apps or services - please email us.

ReadWriteWeb is one of the world’s top 10 most popular blogs according to Technorati. Also RWW is ranked in the top 10 on the Techmeme Leaderboard.

Ya, ReadWriteWeb itu menurut saya adalah blog terlengkap yang mengangkat isu-isu terbaru tentang dunia web dan internet dunia, atau me-review website-website di dunia. Penulisnya banyak dan kompeten semua, sehingga dalam satu hari itu ada banyak sekali update postingan yang masuk ke email. Banyak di antaranya bahkan belum sempat saya baca.

Saya [wonders] ada blog selengkap ini di Indonesia (plurk-ish, hehe :D). Do’ain, insya Allah blog.univind.com ini akan seperti itu ke depannya.

#2 Webware

Kalau ReadWriteWeb tadi lebih umum mengangkat banyak isu di dunia web dan internet, Webware itu khusus membahas tentang aplikasi web (web application). Coba saja lihat deksripsi websitenya - Webware : Cool Web apps for everyone. Website-website keren, aplikasi-aplikasi internet yang seru, teknologi web terbaru, semuanya dibahas di sini.

Say No to boxed software! The future of applications is online delivery and access. Software is passé. Webware is the new way to get things done.

Webware tuh keren, buat ngambil inspirasi-inspirasi teknologi dan aplikasi web untuk dipake di Indonesia.

#3 Community Guy

Community Guy ini lebih fokus ke hal-hal non-teknis dari dunia web dan internet, yaitu semua yang terkait dengan proses sosial yang terjadi di internet, yaitu tentang komunitas online dan media sosial (social media). Melihat biografi dari penulisnya, dia memang benar-benar expert di bidang komunitas online.

Jake McKee is the Chief Ant Wrangler and Principal at Ant’s Eye View, a business strategy consulting practice focused on customers collaboration and online/offline community building. With a rich backgound in customer collaboration, online communities, and fan groups, and Web development, community management, and product development, Jake helps organizations understand how to act like groups of people, rather than soulless money making machines.

Jake is the Principal and Chief Ant Wrangler at Ant’s Eye View, a Dallas-based customer collaboration strategy practice. In a past life, Jake was the Global Community Relations Specialist for the LEGO Company, where he spent five years on the front lines of customer-company interaction.

#4 VIRTUAL » Internet Business, Strategy & Marketing Indonesia

Ini blog langganan saya sejak lebih dari 2 tahun lalu, yang menumbuhkan ketertarikan saya ke dunia web dan internet. Diasuh oleh Pak Nukman Luthfie, seorang pengusaha online yang sudah makan asam garam dunia web dan internet di Indonesia. Sekarang beliau mendirikan dan memimpin perusahaan konsultan bisnis online, bernama Virtual Consulting.

Blognya banyak berisi tentang tren bisnis web, juga tentang isu-isu web dunia dan hubungannya dengan bisnis di Indonesia, dan masih banyak hal lagi.

Penutup

Itulah sumber-sumber belajar utama kami yang kami kunjungi rutin, selain tentu saja beberapa buku tentang web dan internet yang memperkaya wawasan. Link ke website-website di atas sudah saya tuliskan di sidebar samping, siapa tahu teman-teman ingin mengunjunginya juga.

Apa sumber belajar teman-teman semua?

Web2.0 itu bukan teknologi baru

Posted by kamal on September 19th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,  •  No Comments

Banyak orang yang mengatakan bahwa web 2.0 itu adalah teknologi versi baru dari web. Banyak yang menyangka bahwa web2.0 merupakan wujud web yang lebih canggih dengan berbagai macam kemampuan-kemampuan yang belum ada pada web versi sebelumnya, web 1.0 tentunya. Tahukah Anda bahwa ternyata, semua itu Salah! Web 2.0 bukanlah teknologi baru. Web 2.0 sudah ada bahkan sejak awal mula internet muncul.

Kenyataannya web 2.0 hanyalah sebuah terminologi baru dalam dunia web yang digembar-gemborkan. Web 2.0 hanyalah sebuah metode atau cara baru dalam memberdayakan web. Terminologi web 2.0 ini pertama kali dicetuskan oleh o’reilly media pada tahun 2003. Terminologi ini mengacu pada pemanfaatan web yang belakangan semakin meluas. Dulu, web hanya berisi setumpuk informasi-informasi statis yang hanya bisa dibaca oleh pengunjung. Sekarang, web telah berubah menjadi dunia interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari pengunjung website yang bersangkutan. Contoh: pengunjung bisa ikut memasukkan konten, bermain game, memberi komentar dan sebagainya. Intinya, web 2.0 adalah sebuah terminologi yang dibuat untuk memberi istilah pada arus baru penggunaan web yang ada belakangan ini.

Lalu bagaimana dengan pernyataan bahwa web 2.0 adalah sebuah teknologi baru didunia web. Pernyataan itu jelas salah. Teknologi adri web itu sendiri masih belum banyak berubah sejak awal mula munculnya web. HTML, CSS, javascript dan AJAX dsb itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Teknologinya sudah ada sejak lama, namun pemanfaatan teknologi tersebut baru akhir-akhir ini saja bergerak kearah pembentukan aplikasi web yang interaktif. AJAX sendiri baru dipopulerkan oleh Google dengan Google Suggest-nya.

Web 2.0 itu hanya sebuah istilah marketing. Tim berners lee (sang pencipta web) sendiri mengatakan bahwa web 2.0 itu hanyalah sebuah “piece of jargon“. Berikut kutipan perkataannya tim berners lee dalam sebuah wawncara podcast:

“Nobody really knows what it means, if Web 2.0 for you is blogs and wikis, then that is people to people. But that was what the Web was supposed to be all along.”

Intinya, web 2.0 bukanlah sebuah teknologi baru. Web 2.0 hanyalah sebuah terminologi baru.

Cara Kerja Google

Posted by admin on September 19th, 2008 under web knowledge
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  •  No Comments

Kita sama-sama tahu bahwa google adalah rajanya mesin pencari. Google bisa memberikan hampir segala macam informasi yang kita inginkan dengan tepat. Google bisa menjadi “mbah dukun” buat kita, google bisa jadi “profesor”, google juga bisa jadi “ustadz” buat kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah sedikit bertanya pada google tentang suatu informasi yang ingin kita dapatkan. Kita cukup melakukannya dengan cara mengisi kotak ajaib google dengan beberapa “mantra” sakti dan…… dor!! Google bisa memberikan jawaban yang tepat pada kita dalam hitungan detik (Itu kalo akses internetnya kenceng ya… :p)

Dengan kesaktiannya itu? pernahkah Anda terpikir, bagaimana sebenarnya cara kerja Google. Dimanakah sang dukun Google itu berguru? Universitas apakah yang jadi tempat profesor Google itu menimba ilmu? Ngaji ama siapa sih ustadz Google itu?

Ini dia gambaran besar cara kerjanya…

Ada 3 proses utama yang memungkinkan Google memberikan hasil pencarian terbaik, yaitu:

  1. Crawling, apakah Google tahu tentang website kita? Bagaimana Google bisa mencari tahu?
  2. Indexing, Bisakah Google meng-index situs kita?
  3. Serving, Apakah situs terkait memiliki konten yang baik dan bermanfaat serta cocok dengan apa yang dicari oleh user?

Crawling

Crawling adalah proses dimana para Googlebot menemukan halaman baru untuk dimasukkan kedalam index Google.

Orang-orang Google itu mengaku mereka menggunakan komputer super canggih untuk “merayapi” miliaran halaman-halaman yang ada di jagad web. Program yang “merayap” itu mereka sebut Googlebot (dikenal juga dengan istilah robot, bot atau spider). Googlebot ini menggunakan suatu algoritma tertentu. Program ini menentukan situs mana yang mau didatangi, seberapa sering, dan berapa banyak halaman yang harus dilihat untuk setiap website.

Proses crawling Google ini dimulai dengan sebuah daftar URL web, yang dihasilkan dari proses crawling yang sebelumnya. Daftar URL ini kemudian ditambahkan dengan data sitemap yang diberikan oleh webmaster. Setiap kali sang Googlebot ini datang ke sebuah website, maka dia akan mendata semua link yang ada dihalaman yang dikunjunginya itu untuk kemudian dia kunjungi lagi satu persatu. Website baru, perubahan pada sebuah website dan link yang gak ada sambungannya itu dicatat oleh Google dan dipakai untuk meng-update index Google.

Indexing

Googlebot memproses (apa memroses sih? ~halah…) setiap halaman yang dikunjunginya untuk membuat sebuah index besar-besaran yang berisi seluruh kata yang ada di halaman tersebut dan juga lokasi dari setiap kata dihalaman tersebut. Sebagai tambahan, Google memproses (apa memroses ya? ~halah, diulang lagi :p) informasi yang dijadikan atribut alias penanda dari suatu konten. Misalnya: Judul dan juga atribut ALT. Googlebot bisa memproses (apa memroses ya? ~plis, jangan lagi..!!!) banyak, tapi tidak semua, tipe konten. Sebaqai contoh, Google tidak bisa memproses (apa memro…… :) ) halaman yang isinya flash semua.

Serving result

Saat pengunjung Google memasukkan sebuah kata kunci ke kotak ajaib Google, mesin Google langsung melihat ke index mereka untuk mencari halaman yang sesuai. Halaman-halaman yang dianggap paling cocok oleh mbah Google ini kemudian ditampilkan ke user. Relevansi dari konten yang disodorkan itu ditentukan oleh lebih dari 200 faktor, salah satu yang peling terkenal adalah PageRank dari halaman tersebut. Jadi Pagerank bukanlah faktor utama loh… banyak orang yang salah kira dengan menganggap PageRank adalah satu-satunya faktor sejauh mana web kita dikenal oleh Google. Lalu apakah gerangan yang dimaksud dengan Pagerank itu?

PageRank adalah sebuah algoritma yang dibuat oleh salah satu pendiri Google, Larry Page. Makanya namanya PageRank. PageRank adalah ukuran penting atau tidaknya suatu halaman website yang ditentukan berdasarkan seberapa banyak link yang diarahkan ke halaman tersebut dari halaman web lainnya. Bahasa gampangnya, setiap link yang ngarah ke situs kita itu akan menambah pagerank dari website kita. Dan tidak semua link dianggap sama oleh Google. Google juga mencoba mengidentifikasi spam link atau upaya-upaya lain yang bisa membuat Google mengeluarkan hasil pencarian yang jelek. Tipe link yang paling bagus adalah link yang dibuat karena memang konten yang berkualitas dari link tersebut.

Dengan 3 proses yang dijelaskan secara singkat diatas akhirnya Google bisa memberikan hasil pencarian yang sangat memuaskan untuk kita semua netter-netter dunia.

Segitu saja mungkin dari saya, semoga bertambah ilmunya. ^_^