Pada postingan sebelumnya univindblog membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: “Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?”. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi kebnyakan melihat plurk sebagai seustua yang produktif. Walaupun disitu saya tidak mendapatkan jawaban pasti dimana letak produktifnya plurk itu? Akhirnya…. saya mencoba bertapa ke gunung semeru untuk bertemu dengan mbah joko kelongo (halah…). Intinya, saya mencoba menganalisis dan mencari-cari informasi yang menunjukkan penggunaan microblogging untuk hal-hal yang produktif. Dan inilah dia hasil meditasi saya:
1. Berbagi. Kalau yang satu ini sih memang fungsi dasar dari microblogging, yaitu untuk berbagi. Berbagi apapun yang kita ingin bagikan. Kita bisa berbagi link ke situs-situs menurut kita keren dan kita ingin orang lain juga melihatnya. Kita juga bisa berbagi pengalaman pribadi kita (apa yang kita suka, apa yang kita benci, sedang apa kita saat ini dsb). Kita juga bisa berbagi info dan gosip terbaru tentang temen-temen kita. Untuk urusan yang satu ini, baik atau tidaknya microblogging tergantung baik atau tidaknya konten yang di-share.
2. Mencari mentor bisnis. Ya! Kita bisa mencari mentor bisnis melalui layanan microblogging. Saya dapat inspirasinya dari sini: geekpreneur.com - new ways to find business mentor. Buat Anda yang sedang memulai suatu bisnis, tentu akan sangat baik kalau Anda bisa mencari dan mendapatkan satu atau beberapa orang mentor bisnis yang sudah lebih dulu sukses pada bidang yang Anda geluti. Dengan microblogging, kedekatan bisa muncul dengan lebih cepat. Walaupun tetap saja akan memakan sedikit waktu. Coba cari pengusaha sukses di bidang Anda yang punya account pada salah satu layanan microblogging. Ikuti terus micro blognya. Komentari setiap postingannya. Lama-kelamaan kedekatan itu akan terbentuk. Kalau sudah seperti ini peluang untuk bisa menjadi lebih dekat dan bisa bertemu secara tatap muka dan menjadi mentor yang sesungguhnya akan lebih besar. Namun, untuk saat ini, bidang yang masih memungkinkan untuk bisa mendapatkan mentor bisnis melalui cara ini hanyalah bidang IT terutama web. Anda tidak akan menemukan om Bob Sadino di layanan microblogging kan
?
3. Menggalang komunitas. Sama seperti blog, dengan microblogging kita juga bisa menggalang suara komunitas. Jika kita punya pendapat pada suatu isu tertentu dan kita bisa menggerakkan komunitas yang sudah terbentuk pada layanan microbloggin untuk mendukung pendapat kita. Ini dia satu contoh konkrit yang saya kutip dari blog media-ide:
Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar privacy anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.
Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap posting di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.
Melalui tindakan communal dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.
Baca lebih lengkapnya di: Media-ide.bajingloncat.com - Menggalang suara komunitas melalui microblogging
4. Pengenalan produk. Layanan microblogging jika digunakan secara hati-hati juga bisa digunakan untuk melakukan pengenalan produk secara lebih efektif. Sebenarnya yang lebih dipentingkan dalam pengenalan produk melalui microbloggin adalah respons dari komunitas. Dengan respons itu kita bisa terus memperbaiki produk yang kita jual. Ini jelas berbeda dengan model promosi jaman baheula dimana para customer dipaksa terima saja produk ini apa adanya. Kalau produsen ingin mengetahui pendapat customer itu akan membutuhkan waktu dan biaya. Dengan layanan microblogging, semua halangan itu bisa ditembus dengan mudah. Contoh konkrit dari penggunaan microblobbig untuk pengenalan produk ada pada aviary. Aviary adalah sebuah layanan image editing secara online (semacam photoshop online) yang dibuat oleh worth1000. Untuk mengenalkan produk barunya itu mereka membuat halaman microblogging pada websitenya yang merupakan hasil fetch dari account mereka di twitter@aviary. Pengenalan produk melalui microbloggin juga akan terasa lebih soft dan tidak merongrong customer dengan produk-produk mereka. Ini ada satu contoh bagus lagi. Yaitu kodak, yang memiliki Chief Blogger sendiri @kodakCB. Disana dia menulis bagaimana produknya itu dipakai dengan baik daripada merongrong customer dengan mengaku-aku bahwa produknya itu paling hebat. Ini dia contoh postingannya:
“Spent the weekend at the Toronto International Film Festival. Saw some great movies shot on Kodak film!”
5. Membuka jalur komunikasi antara para petinggi perusahaan dengan para pegawainya. Bahasa inggris gaulnya: Humanizing the Head Honcho. Para petinggi perusahaan itu biasanya bukanlah blogger yang baik. Kenapa? karena mereka sudah terlalu sibuk dengan segudang urusan mereka. Akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk ngeblog dengan tulisan yang panjang-panjang. Padahal banyak tulisan-tulisan dilura sana yang menunjukkan betapa efektifnya fungsi blog sebagai pengganti email untuk membentuk hubungan antara petinggi perusahaan dengan para karyawannya. Microblogging bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan microbloggin, seorang CEO tak perlu repot menulis panjang-panjang. Contoh konkrit dari poin ini ada pada perusahaan virtual.co.id yang dikepalai oleh mister nukman luthfie. Pak Nukman sudah sejak lama nge-plurk. Dan setiap postingan plurknya itu selalu ada beberapa karyawan virtual yang merespons plurknya. Biasanya dengan gaya bercanda. Ini jelas membentuk kedekatakan yang sangat kuat. Walaupun katakanlah sang bos besar jarang ada di kantor dan lebih banyak bepergian kesana-kemari.
Itulah 5 manfaat micrblogging hasil meditas dan pertapaan saya. Semoga bermanfaat dan selamat nge-(micro)blog 4 productivity ![]()

[...] 11 Nopember 08 Pada postingan sebelumnya di univindblog, saya membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. [...]
kalau untuk media layanan bimbingan dan konseling (yang kerahasiaannya untuk orang-orang tertentu), bagusnya blog atau microblogging ya? Terima kasih.
@yipie: klo tujuannya memang spesifik untuk orang2 tertentu scara privat ya lebih enak konseling langsung secara online, bisa lewat email atau YM. Klo blog dan microblog itu kan kaitannya sama komunitas…
Monetize monetize… kayak twitter yah,,, smoga bisa dimonetize nantinya
Wah…
Subhanallah..
Untuk poin nomor 2, saya ga sepakat kalau hanya untuk mencari mentor bisnis. Micro blogging, fs, blog, atau apapun yg bisa mengaitkan satu orang dengan orang lainnya bisa digunakan untuk mencari mentor. Mentor apa? Ya terserah yg nyari. Bisa mentor ngoding, mentor ngaji, mentor ngeblog, mentor dagang, dll.
@arham: wah…. kayaknya hasrat bisnis internetnya udah gede banget nih skarang
@agungfirmansyah: yupz, semua fasilitas itu bisa dijadikan sarana buat nyari mentor apa aja. Cuman disini yg dijelasin cuma bisnis aja….
microblogging skrang dah bs jd lahan bisnis
ya, seperti situs jejaring sosial lainnya, ini bisa jadi media silaturahim juga. btw, gimana ya mal, biar bisa istiqomah aktif di media plurk, fesbuk, dkk.. hehe
Saya pilih ke konsepnya microblogging deh… Kalo mas Kamal ?
wah bagus, bisa jadi cara pandang baru dalam menyikapi microblogging yang kesannya cuma ngabisin waktu.. btw, saran boleh ga mal? itu bagian kalimat yang ditaut kan warnanya jadi lebih muda gitu ya, saru banget deh sama background, mungkin lebih enak kalo dibikin lebih jelas, hehe saran doank sih sebagai pembaca setia..
@yoki: lebih tepatnya, micrblogging bisa dimanfaatkan untuk bisnis. bukan jadi lahan bisnis
@yans: betul juga… Lupa satu poin tuh… microblogging bisa buat silaturahim juga.
@ adhie_x: klo saya….. sih sbeenarany lebih suka blogging, tapi microblogging tetep saya jabani untuk silaturahim
@azkaa: betul betul betul… dulu saya juga sempet mikir gitu. ah… microblogging isinya cuma sneng2 maen doang2. makanya saya ‘bertapa’ utk mencoba mengetahui manfaat2 microblogging. Ttg tulisan yg di-link… iya nih… belum sempet bikin template sendiri jadi masih pake template darurat :p asal nyomot aja dari internet… nanti deh kapan2 disempetin bikin templatenya yg bagusan dikit
Satu masalah microblogging yang membuat saya hiatus dulu dari kegiatan yang satu ini :
MICROBLOGGING TERLALU MENYENANGKAN
hingga membuat banyak hal terbengkalai.
Pertama kali menggunakan plurk, saya berfikir : Apa sih asiknya update - update status seperti itu? ketika sudah mencoba, malah ketagihan